Friday, July 11, 2014

DOLLY DAN DOGY IKUT AZAN

    Kami memelihara tiga ekor anjing. Dolly, Dogy dan Nuvo.Yang terakhir ini sudah termasuk pikun karena tuanya. Matanya sudah rabun  sudah rada budeg. Ketiga hewan ini semua  merupakan  hewan buangan, dan ditemukan ketika sedang terzolimi. Si Nuvo ini dahulu dibeli teman dari kawasan Menteng untuk anak balitanya. 
    Semula diyakini si Nuvo ini jenis Dalmension karena bulunya yang berwarna putih berselang-seling dengan motif hitam bak daun mawar hitam. Tetapi lama-kelamaan, motif ini makin luntur sedang perilakunya juga tidak beda dari anjing-anjing lokal lainnya.
    Akhirnya si Nuvo diputuskan akan dibuang. Nasib baik, kami secara kebetulan bertemu dengan sopir teman tsb yang sedang menggendong mahluk malang yang dicap Dalmesion palsu itu untuk dibuang. Maka jadilah ia bagian dari keluarga kami. Sekarang sudah sekitar 20 tahun.
    Lain lagi dengan si Dolly yang betina dan Doggy sang jantan, diselamatkan pada saat sedang terpojok di halaman rumah satu keluarga yang sedang memegang bambu dengan garang untuk menghajar hewan yang entah dari mana asalnya coba berlindung ke tempat itu.
    Maka dengan memohon-mohon, kami diijinkan untuk mengambil dan merawat  kedua anak anjing yang masih kecil itu. Paham bahwa saya dan isteri mendekati mereka dengan jalan damai dan bermaksud baik, mereka beringsut maju sambil menggoyangkan-goyangkan ekor.  Mereka sudah lima tahun bersama kami. Mereka di tempatkan di lantai dua rumah kami.
     Ada sedikit yang membuat agak risih dengan mereka. Kalau mendengar bunyi azan, mereka juga ikut melolong. Dan kerasnya tak kalah dengan suara lewat penggeras suara itu.   Tak peduli siang ataupun malam. Khawatir mengganggu ketenangan  para tetangga di sekeliling kami. Sudah berkali-kali pasangan mahluk itu dimarahi, tapi tetap saja tak berubah. Tapi syukurlah sejuh ini belum ada yang menegur kami.



Friday, April 22, 2011

PENGADILAN TUHAN YESUS DAN USTADZ BAASIR

Menjelang peringatan Hari Jumat Agung, yaitu kematian Tuhan Yesus yang
memang rela mati untuk menjadi korban penebusan orang-orang berdosa yang mau menerima Dia, kita mengikuti jalannya pengadilan Ustadz Baasir.

Banyak persamaan dari kedua pengadilan ini. Tuhan Yesus melakukan GTM (gerakanTutup mulut) di depan Sanhedrin dalam pengadilan maraton sepanjang malam drumah Imam Besar Kayapas, Gubernur Kekaisaran Roma Pilatus dan raja Herodes dengan disertai penganiayaan.

Tuhan Yesus sudah tahu pengadilan rekayasa dan penuh intimidasi itu akan
"dimenangkan" oleh lawan-lawannya, karena semua itu sudah dinubuatkan memang harus terjadi.Tuhan Yesus tidak takut sekalipun dituntut hukuman mati, ataua kan dicabut nyawaNYA melalui penganiayaan.

Barangkali para lawanNya merasa puas, karena merasa berhasil menguasai
orang yang penuh kuasa dan sering membuat mujizat itu.Tapi mungkin mereka
sempat mendengar kalimat terakhir dari Tuhan Yesus sebelum kepalaNya ter-
tunduk mati, "Kedalam tanganMu kuserahkan nyawaku", lalu kepalanya tertunduk
lemas, mati di atas palang salib.

Artinya Tuhan Yesus sendiri yang kuasa menentukan kapan Ia harus melepaskan
nyawaNya.dan bukan orang-orang itu ketika digebukin atau ketika dijatuhkan dari
ketinggian kl. 20 meter (menurut sebuah film, dalam Alkitab tak disebut).

Selain GTM, Tuhan Yesus menghadapi saksi-saksi dusta atau "saksi ahli"
yang mungkin sudah direkayasa atau dipersiapkan sebelumnya yang bersaksi
seperti "orang ini telah kami dengar menghujat Bait Suci dengan mengatakan,
aku akan meruntuhkan Bait Allah ini dan akan membangunnya kembali dalasm tiga
hari.
Ucapan ini memang pernah keluar dari mulut Tuhan Yesus, tetapi maknanyanya
jauh berbeda dengan yang dipahami Imam Besar, para imam yang semuanya pasti
ahli taurat itu. Mereka menafsirkan secara duniawi tetapi Tuhan Yesus berbicara
dalam makna rohani.

Tuhan Yesus sebenarnya tengah membicarakan missiNya yang akan meruntuhkan
dan akan memulihkan kembali segenap ciptaan yang dahulu baik adanya ini tetapi
kemudian menjadi rusak oleh dosa. Tetapi para lawan Tuhan Yesus menunjuk pada'Bait Suci, bangunan fisik yang pada awalnya dibangun Raja Salomo. Tetapi itulah jebakan mereka mengena karena memang menurut Taurat Bait Suci harus dihormatidan barangsiapa melakukannya ancaman pidananya - mati.

Dalam praktek hukum, kedua pihaK yang berhadapan serta hakim, akan
mencari aturan hukum yang sesuai dalam kasusnya. Kalau itu tepat, tidak masalah Tetapi kalau aturan itu tidak sesuai, hanya dicari-cari, agar si pesakitan dapat
dijebak dan dapat dihukum, dibungkam melalui bui supaya tidak menganggu-ngganggu agi, inilah yang bahaya.

Kita berharap pada persidangan Uztad Baasir hal ini tidak terjadi, dan kita
pun berharap beliau pun akan mengatakan yang sebenarnya, sehingga kebenaran
dapat dinyatakan dan ditegakkan, sekalipun akan menyakiti diri sendiri atau para
sahabat.Kita saluut bila beliau sanggup menjadi penegak kebenaran, tetapi kalau
tidak, maka sama saja dengan seorang pecundang.

(Catatan: Komentar terbuka bagi semua pemeluk agama.)

Sunday, May 30, 2010

Riwayat si Buduk


Kami namakan dia Si Buduk karena memang waktu ditemukan sekujur tubuhnya budukan. Sekarang sudah tinggi besar bak anjing herder. Kisah penemuannya cukup dramatis. Begini ceritanya. Pada suatu pagi ada seekor anak anjing liar berbulu hitam kecoklatan ditubruk mobil tidak jauh dari depan rumah kami.

Istri saya yang memang dari keluarga penyayang binatang ikut bergegas melihat makhluk malang yang saat itu sudah tergolek diam di atas aspal. Ingin tahu apakah masih hidup atau sudah mati, istri saya menggerak-gerakan ekor binatang itu dengan ujung kakinya. Tapi tiba-tiba hewan itu membalikkan badannya dan menggigit kaki istri saya.

Dengan darah mengucur keras istri saya berlari pulang. Bagian bawah betis kaki yang terluka itu segera ku ikat kuat untuk menghambat kucuran darah dan mencegah darah bekas gigitan anjing itu menjalar ke jantung. Sekitar luka kubersihkan dengan lap air hangat kemudian ku isap keluar darahnya, untuk mengeluarkan kemungkinan adanya kuman rabies atau bakteri penyakit lainnya.

Setelah itu kami berkeliling kota mencari rumah sakit atau klinik yang dapat memberikan suntikan anti rabies. Sungguh aneh, rumah-rumah sakit di Bogor tak ada yang memiliki vaksin itu dan menyarankan supaya ke Bandung. Akhirnya kami minta diberikan tablet-tablet antibiotik saja. Untunglah akhirnya dapat berangsur sembuh.

Nasib anak anjing itu ? Kami pikir nasibnya sudah tamat karena warga sekitar kami umumnya menganggap anjing binatang haram. Tapi seminggu kemudian, sekelompok anak-anak yang naik di atas tembok dekat anak anjing malang itu ditubruk, berteriak-teriak. Mereka melempar-lembar ke tanah kosong dan bersamaan dengan itu terdengar teriak anjing terkaing-kaing !

Saya segera pergi melihat apa yang terjadi. Dan benar di antara semak-semak di bawah pohon pisang terlihat anak anjing yang sebelumnya tertabrak itu tengah meringkuk dan menggigil seperti kedinginan atau ketakutan. Saat itu musim hujan dan kota kami memang terkenal sebagai kota hujan dan dingin. Makanya kami heran, anjing itu masih dapat bertahan hidup.Sangat memprihatinkan. Kurus, berbau dan tentu lapar.

Saya pulang ke rumah mengambil nasi lengkap dengan lauknya sepotong daging. Ketika makanan kusodorkan dengan hati-hati, ia pun mendekat perlahan-lahan menggoyang-goyangkan kepala dan kedua telinganya. Itulah tanda seekor anjing menunjukkan persahabatannya. Tak lama kemudian makanan itu habis dilahapnya. Ia memang lapar.

Aku bermaksud membawa untuk merawat anjing itu. Tapi bagaimana caranya ? Memegangnya, nanti digigit lagi. Dijerat, nanti mati atau dia marah merasa dianiaya lagi. Akhirnya aku ingat ada kandang kucing terbuat dari kawat di rumah. Salah satu dindingnya merangkap sebagai pintunya yang dapat diangkat tutup.

Saya menambah makanannya. Ketika ia sedang makan, ku sungkup dan ku serok dia ke
dalam kadang lalu ku tutup. Maka dengan mudah dapatlah aku membawanya pulang. Sekujur
tubuhnya terdapat luka-luka, budukan dan berbau. Lalat-lalat mulai berdatangan.

Kupikir, anjing ini mesti dimandikan. Caranya ? Dari sela-sela jeruji kandang itu ku ikatkan tali ke lehernya dan ujung talinya ku tarik di antara sela-sela dinding yang berlawanan dengan pintu dan ku ikatkan. Dengan seember air yang telah kuberi larutan sabun mandi yang wangi ku mandikan dan ku sikat kekujur tubuh anjing itu melalui pintu kandang yang kini sudah dapat ku buka. Sesudah itu ku siramkan air yang dicampur dengan minyak tanah ke sekujur tubuhnya untuk menghilangkan bau dan mengobati luka-lukanya.

Ternyata kesehatan si Buduk cepat pulih. Makin jinak dan makin besar. Ketika mulutnya ku buka, gigi-giginya sangat tajam seperti jarum. Maka untuk mengurangi bahaya bila suatu ketika ia lepas dan menggigit orang, maka ujung-ujung giginya ku tumpulkan sedikit dengan kikir. Mendengar suara anak-anak ia sangat marah. Mungkin ingat waktu dilempar-lempari dulu.

Ia kami tugaskan menjaga keamanan samping rumah yang bersebelahan dengan tanah kosong. Sekali seminggu ku bawa dia berjalan-jalan keluar untuk tidak terlalu jenuh karena lama diikat. Bergantian dengan Nuvo dan Pluto. Tak boleh bersamaan, karena ketiganya jantan, maka kalau bertemu cenderung berkelahi. ***

NAMBAH HUTANG LAGI, NAMBAH HUTANG LAGI !!!

Pemerintah negeri ini seperti keranjingan membuat hutang baru untuk rakyat. Sedikit-sedikit membuat hutang. Menurut Detik Com, Utang pemerintah Indonesia sampai akhir April 2010 tercatat sebesar Rp 1.588,02 triliun.

Utang Pemerintah dalam mata uang dolar AS, meningkat cukup banyak. Per 30 April 2010,mencapai US$ 176,21 miliar, naik dari posisi akhir Desember 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Belum cukup juga, Bank Dunia telah menyetujui hutang baru kepada Indonesia senilai US$ 200 juta untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Pinjaman kebijakan pembangunan atau Development Policy Loan (DPL) ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada RI.

Bahkan menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa Presiden SBY akan ke Oslo Norwegia untuk membahas masalah itu, menggalang dana bantuan sebesar US$ 1 miliar untuk menjaga hutan-hutan di Indonesia.

Kapan negeri ini bebas dari lilitan hutang. Istilahnya bantuan. Kalau hibah, memang
membantu. Kalau hutang bilang hutang, jangan disebut "bantuan" karena melilit. Dan patut diduga para koruptor, baik lama atau baru, kini mulai sibuk merancang "rekayasa" baru yang lebih canggih untuk menyatroni uang utangan itu.

Menurut sejarah, Kompeni-Belanda dulu bangkrut karena korupsi dan hutang. Karena itu mereka sportif menyatakan diri tak mampu lagi mengelola negara lalu membubarkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Sri Ratu.

Dengan hutang begitu banyak, mestinya para pengelola negara yang gampangan membuat hutang ketimbang mendorong potensi negeri ini produktif, diganti saja dengan yang kreatif.

TEGA-TEGANYA .............!

Ibu Sri Mulyani telah pergi. Mantan Menteri Keuangan itu menjelang keberangkatannya banyak menitikan air mata. Di depan layar acara televisi saja, entah sudah berapa kali dia harus berusaha keras menahan perasaannya untuk tidak meangis. Namun gejolak hati yang begitu mendera, sang air mata tak urung juga berjatuhan.

Dapatlah kita bayangkan berapa banyak sudah air mata yang tercurah ketika ia menyendiri atau kepada siapa yang ia biasanya percayai untuk curhat, mencurahkahkan isi hati, unek-uneknya.

Kita hanya dapat membayangkan bagaimana sebetulnya selama ini tokoh wanita yang jenius ini, dibalik penampilan yang nampaknya tegar, rupanya ia cukup menderita batin. Di dera oleh rangkaian pemeriksaan Pansus DPR dengan pertanyaan yang tajam-tajam menyangkut kebijakannya dalam kasus Bank Century selaku Ketua KSSK. Didera oleh kasus pengemplangan pajak yang menyangkut pengusaha Aburizal Bakry yang tidak lain adalah mantan koleganya sendiri dalam Kabnet.

Sebagai Menteri Keuangan, katanya tidak boleh menangis. Sebab pasar uang dan pasar modal bisa jatuh.Bayangkan, demi kepentingan bangsa, selama ini nampaknya ini ia terpaksa harus menahan derai air mata.

Dalam kasus ini Sri Mulyani dengan segala dedikasi kepada negara dan atasannya, berjuang keras menuntut hak-hak negara dan rakyat dari para pengemplang pajak. Dan dalam kasus inilah Sri Mulyani dan Aburizal Bakry nampak berseteru. Yang semula ditutup-tutupi tetapi akhirnya terbuka juga bagi umum.

Sri Mulyani seakan mendapatkan "jalan keluar" dengan penunjukkannya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, jabatan internasional yang terhormat. Tetapi ketika SBY merangkul AB dan menjadikannya sebagai teman sekerja utama sebagai Ketua Harian Sekber Partai-partai Koalisinya, persoalannya menjadi lain. Timbul kesan seperti Sri Mulyani "didubeskan", istilah lain dari kata disingkirkan secara tersamar kemudian
Apalagi terjadi ketika Sri Mulyani masih masih menjabat.

Thursday, May 20, 2010

KRONCONG, MENGAPA KURANG MEMASYARAKAT ?

Musik Kroncong adalah salah satu jenis budaya Indonesia yang sering dibanggakan, namun agaknya kalah bersaing dengan musik dan lagu-lagu populer di kalangan masyarakat.

Mengapa ? Mungkin karena lagu dan musik kroncong dianggap kurang laku di pasar komersial. Selama ini ada kesan seakan-akan lagu-lagu dan musik kroncong hanya cocok untuk orang tua-tua atau yang lanjut usia. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Buktinya, selama Gesang dalam perawatan sering datang rombongan anak-anak muda dan anak-anak sekolah mengunjungi Gesang. Mereka mampu menyanyikan lagu-lagu Kroncong sang Maestro itu dengan baik.

Masalahnya antara lain pada penataan penampilan acara-acara musik kroncong. Penampilan acara-acara musik Kroncong jarang dilakukan di media massa, khususnya televisi. Hanya TVRI saja yang selama ini yang secara reguler menampilkannya. Itupun hanya sekali seminggu dan penyelenggaraan yang nampak seperti asal-asalan.

Dulu sebelum ada pengoperasian televisi swasta, RRI-TVRI secara rutin penyelenggarakan lomba Bintang Radio-TV, diantaranya lagu-lagu irama Kroncong. Maka bermunculanlah bintang-bintang muda penyanyi Kroncong seperti Mus Muliadi, Masnun Sutoto, Elok Satiti, Maljinah, Sundari Sukotjo dan lain-lain. Mereka merupakan penerus dari Bram Titale, Tan Tjeng Bok atau Mat Item dll.

Apabila program ini dilanjutkan dengan mengundang para pengusaha ikut berpartisipasi sebagai sponsor, ada keyakinan musik kroncong akan dapat diterima kembali di hati semua kalangan masyarakat. Bukan hanya kaum tua tetapi juga kalangan muda.

Musik kroncong yang berirama tenang, sesuai dengan orang-orang yang menghendaki ketenangan, saat istrahat/santai, dan mendapatkan inspirasi. Syair-syairnya yang menggambarkan rasa cinta tanah air, Bandar Jakarta, Bengawan Solo, Tirtonadi, Kroncong Kemayoran, Anging Mamiri, Banyu Biru, Jembatan Merah akan sangat menarik buat para pencinta alam. Demikian pula lagu Sepasang Mata Bola, Bandung Selatan, Pemda, akan membangkitkan semangat juang para angkatan muda Indonesia.

Selama ini penyajian acara musik Kroncong di TVRI kurang terarah. Para pembawa acara terlalu banyak mengobrol keluarga, latar belakang tidak serasi dengan pesan syair-syair lagu yang dinyanyikan serta tema lagu-lagu yang dibawakan kurang memperhatikan situasi yang sedang berkembang saat itu.

Misalnya, ketika membawakan lagu Bengawan Solo atau Tirtonadi sebaiknya ditampilkan latar pemadangan kali yang tenang dengan panorama yang indah dan alat-alat transportasi air yang sedang berlayar. Hal sama ketika membawakan Bandar Jakarta, Bandung Selatan atau Gambang Semarang.

Khusus pada penyelenggaraan bulan Oktober (Sumpah Pemuda) dan Nopember (Hari Pahlawan) agar lebih banyak ditampilkan lagu-lagu perjuangan seperi Sepasang Mata Bola, Pemuda,Bandung Selatan, Selendang Sutera dsbnya.

Syair-syair lagu kroncong banyak yang bertemakan hubungan cinta antar sebuah pasangan kekasih. Mungkin oleh para penciptanya semula dimaksudkan untuk
menggambarkan hubungan cinta tanah air, antara para pemuda pejuang dengan Tanah Air yang mereka cintai untuk menghindari tindakan keras pihak penjajah. Namun tidak ada salahnya bila pada masa kini dikemas menjadi yang sesuai dengan kehidupan pasangan muda yang sedang memadu kasih. Pakaian para penyanyi wanitanya tidak perlu harus pakaian nasional, kain-kebaya. Biarkan bebas karena bukan acara protokoler.

PENCIPTA LAGU KRONCONG "BENGAWAN SOLO" BERPULANG !

Hari ini, Kamis 20 Mei 2010, jam 18.10, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional Indonesia, Maestro Kroncong Tanah Air, Gesang meninggal dunia dalam usia 92 tahun di Solo.

Pencipta lagu Kroncong "Bengawan Solo" yang telah mendunia ini, menjelang akhir hayatnya sempat mengeluh lagu kebanggaannya ini telah diklaim oleh beberapa orang warga Belanda sebagai ciptaanya. Seluruh bangsa Indonesia khususnya Pemerintah patut memberikan penghargaan tinggi kepada tokoh berjasa ini, yang memperkenalkan buadaya Indonesia, melebihi kebanyakan diplomat kita.

Memang akhir-akhir ini banyak orang-orang asing yang tanpa malu-malu mau mempatenkan khasanah budaya Indonesia menjadi hak miliknya, kendati sejarah menunjukkan itu semua adalah budaya asli Indonesia. Yang paling bernafsu adalah Malaysia. Masakan tari Pendet Bali, Reog Ponorogo, batik, angklung, lagu Maluku Rasa Sayang E, mau dipatenkan sebagai miliknya. Alasannya, karena di sana banyak juga warga asal keturunan Indonesia.

Tapi kalau di Belanda ada juga yang melakukan hal sama sungguhlah aneh. Maka orang-orang asal Indonesia di Belanda, baik warga Indonesia maupun warga Belanda yang cinta Indonesia boleh cari tahu siapa "orang-orang aneh" ini dan apa alasannya.

NAMA-NAMA PENULIS INJIL DINISTA

Kita sungguh prihatin melihat dan mendengar nama-nama penulis Injil dinista di media massa, lebih-lebih di media televisi. Sejak merebaknya pengungkapan praktek korupsi dan jual beli kasus di lingkungan lembaga penegak hukum, merebak pula akronim Markus yang diplesetkan sebagai singkatan Makelar Kasus.

Pada jamannya Jendral Beny Murdani sebagai Pangkopkamtib, di mana sering ditemukan korban-korban berindikasi kriminal dari penembak-penembak tak dikenal, menyebar pula akronim Petrus sebagai singkatan yang diplesetkan dari Penembak Misterius.

Padahal apabila ditilik dari sudut Tata Bahasa Indonesia, penyingkatan-penyingkatan ini salah sama sekali, sehingga wajar bila ada dugaan dibalik ini memang ada yang merekayasanya untuk menista Injil dan para penulisnya !

Sangat disayangkan, meski suara hati nurani para penista ini mungkin mengetahui rasul-rasul ini, para martir ini, adalah orang-orang kudus yang dipilih khusus oleh ALLAH untuk pewartaan Injil,namun mereka dengan mengalir saja mengumbar penistaan ini. Baik di forum para politisi, pemerintahan, forum diskusi hukum bahkan di panggung hiburan. Padahal Injil, diakui sebagai Kitab Suci bukan hanya oleh umat Kristen tetapi juga oleh kitab suci umat Islam.

Anehnya, orang-orang Kristen pun kadang-kadang ikut latah menggunakan akronim itu tanpa beban. Bahkan seorang presenter beragama Kristen yang sedang naik pamor, malahan sebelumnya pernah menjadi pembawa acara mimbar agama di televisi, ikut memperkenalkan pula akronim plesetan untuk Lukas dan Matius !

Memang umat Kristen umumnya dalam menyikapi "penganiayaan" atau "penzoliman" seperti ini lebih banyak diam. Hanya mendoakan supaya mereka bertobat, dan menyerahkan kepada Tuhan yang empunya hak pembalasan. Namun untuk kearah pertobatan itu, perlu ada yang memberi peringatan.

Menurut Kitab Yehezkiel, kita wajib saling mengingatkan. Bila melihat bahaya bakal datang kepada seseorang kita patut mengingatkannya. Bila tidak, dan orang itu kemudian binasa, maka tanggung jawab atas kematian orang itu pun akan ikut dituntut dari kita.

Ada kisah dalam Alkitab, ketika nabi Elisa diolok-olok serombongan anak-anak di Betel,"Naiklah botak ! Naiklah botak !", maka sekonyong-konyong keluarlah dua ekor beruang mencabik-cabik empat puluh dua orang dari anak-anak penista itu.

Pada masa sekarang, mungkin bukan beruang lagi yang digunakan Tuhan untuk pembalasan. Bisa tanah longsor, banjir, bisa tsunami, gempa bumi, bus penuh masuk jurang atau yang lain. Karena itu marilah kita simak firman pada Yehezkiel 33: 11 :" Katakanlah kepada mereka : Demi Aku yang hidup, demikianlah firman ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu
yang jahat itu ! Mengapa kamu akan mati ?"

Wednesday, May 19, 2010

HIKMAH DARI GTM SUSNO DUADJI

Tentu para penyidik Tim "Independent" Polri yang memeriksa Komjen Susno Duadji dalam statusnya sebagai tersangka akan jengkel dengan sikap Susno tutup mulut tak mau menjawab pertanyaan pemeriksa.

Bagi orang yang mengikuti kasus Susno, sikap GTM (gerakan tutup mulut ini dapat dipahami. Bagaimana mungkin orang yang "mbahnya" penyidik dan pemeriksa, jenderal lagi, tidak memperoleh jawaban yang memadai atas alasan apa ia dinyatakan sebagai tersangka, ditangkap dan ditahan.

Banyak orang menduga termasuk penulis, perlakuan yang dialami oleh Susno ini adalah sebagai pelampiasan ketersinggungan atau perasaan dilecehkan dari sementara petinggi Polri akibat sikap Susno yang sering tidak "kulo nuwun"dalam beberapa aktivitas sebelumnya. Alasan formalnya adalah pelanggaran disiplin Polri menurut PP No.2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Namun ada hikmah yang dapat diambil dari yang dicontohkan oleh Susno ini, yaitu membangunkan kesadaran hukum (SADARKUM) bahwa masyarakat sesungguhnya mempunyai hak untuk menanyakan alasan dasar hukum bila kepadanya dilakukan tindakan hukum oleh aparat negara. Dan bila tidak dapat diterima, maka ia dapat menolak diperiksa.

Pentingnya SADARKUM ini, khususnya bagi rakyat kecil, sudah sejak lama dipandang kebutuhannya.Karena itu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (alm) yang terkenal itu pada masa pemerintahannya mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Seluruh biayanya dari Pemda DKI. Namun LBH diberi kebebasan dan independensi, termasuk dalam menyikapi kebijakan Pemda DKI. Bahkan LBH seringkali harus berhadapan dengan Pemda, terutama dalam hal penggusuran jalur hijau yang banyak dilakukan saat itu.

Tidak hanya itu. Ali Sadikin juga membuat proyek "SADARKUM" untuk menyebarkan informasi-informasimengenai peraturan-peraturan yang perlu diketahui masyarakat. Ia melibatkan wartawan-wartawan yang dianggap "oposisi" ketika itu seperti dari Harian Kami.

KUNJUNGAN PRESIDEN TAK MENYENTUH PELARIAN KORUPTOR

Sungguh aneh, dalam agenda kunjungan Presiden SBY ke Singapura, seperti disiarkan TVRI, tidak disinggung sama sekali masalah pelarian para koruptor ke negeri kecil itu, yang selama ini menguras isi dompet negara Indonesia. Padahal rombongannya demikian besar.

Pelarian para koruptor ke negeri itu. sebetulnya sangat memalukan kehormatan rakyat Indonesia.Negeri kecil di depan mata lebih dari 200 juta rakyat Indonesia, seperti sebuah sosok yang angkuh.Sampai pernah mereka menawarkan menjadikan wilayah Indonesia jadi medan latihan udara mereka sebagai imbalan pengusiran para koruptor itu. Dan pemerintahan SBY mau menerima itu. Untung rakyat bereaksi menolaknya.

Juga masih ingat kasus seorang mahasiswa doktoral jenius yang mati misterius di Singapura ? Serta penggantungan dua marinir Indonesia pada masa damai ? Seharusnya Indonesia bertindak "bebas aktif" seperti Bung Karno ! Bahkan seperti Letjen KKO Ali Sadikin yang minta cukup diberi personil 100 orang untuk menduduki negeri kecil itu akibat penggantungan prajurit RI itu. Seharusnya negeri itu perlu dikampanyekan sebagai negeri "pelindung koruptor" dan tak perlu memelihara hubungannya. Dan para aparat Indonesia yang selama ini mefasilitasi, lalai atau bahkan sengaja meloloskan para koruptor ke luar Indonesia, dihukum berat.

Kabarnya investasi mereka ke Indonesia konon meningkat akhir-akhir ini. Jangan-jangan uang itu malah dari uang kita sendiri yang dibawa lari. Dan perlu waspada dalam penguasaan lahan, entah dengan alasan untuk perkebunan, HPH, pertambangan dll. Jangan sampai terjadi, karena tak dapat menguasai secara politis, lalu ada niat menguasai wilayah RI secara de facto. Apalagi sistim pengawasan kita sangat lemaaaah.

Contact Form

Name

Email *

Message *