Setiap bulan Desember
umat Kristiani di seluruh dunia termasuk di Indonesia menyambut Natal dengan
berbagai cara. Karena libur terkait Natal ini dekat bahkan nyambung dengan libur Tahun
baru, sehingga menjadi lumayan panjang, maka bukan umat Kristiani saja yang
ikut menikmatinya. Entah bertamasya, mengunjungi keluarga dan lain sebagainya.
Nyatanya, menjelang Natal, semua tiket-tiket perjalanan, kereta api, bus, pesawat terbang
bahkan kapa laut habis sebelum waktunya. Semua orang tanpa lihat agamanya ikut
memanfaatkan masa libur ini dengan sebaik-baiknya. Ada sukacita di dalamnya.
Hanya saja di
Indonesia, karena siklus musimnya ,
yaitu pada bulan-bulan berakhiran ber sampai
bulan-bulan awal tahun berikutnya merupakan musim penghujan, menyebabkan sering
terjadi musibah banjir dan longsor. Dan entah mengapa, berbarengan dengan itu
terjadi juga letupan-letupan gunung berapi di
sejumlah tempat. Semua ini menimbulkan bencana yang membawa kergian
banyak korban jiwa, harta benda dan lingkungan.
Tidak cukup dengan
itu bulan Desember tahun ini kita dikejutkan pula oleh berbagai tindak kriminal
yang sadis. Pembantaian 141 anak-anak sekolah beserta guru-guru mereka di
Pakistan, penyekapan dan penyiksaan para majikan pada pembantu rumah tangga
mereka. Ada anak membunuh ibu bapanya, memperkarakan ibunya, janda lanjut usia, dan ada ibu yang dikabarkan menghabisi
nyawa lima anaknya tanpa jelas penyebabnya.
Pada perayaan Natal
tahun inipun, umat Kristiani bahkan juga aparat keamanan masih ada yang
mengkhawatirkan terjaminnya kenyamanan mereka dalam ibadah Natal ini. Masih
belum lenyap dari ingatan akan pengeboman gereja-gereja pada waktu-waktu yang
lalu. Sampai-sampai polisi dan aparat keamanan lainnya bahkan salah satu ormas
Islam, Banser, menyiapkan diri ikut mengamankan.
Begitu gelapkah masa
depan bangsa ini ? Agaknya tidak. Dengan pemerintahan baru pimpinan Jokowi-JK,
yang kini bertekad untuk memperbaiki kehidupan bangsa ini ke depan, ada harapan
akan menjadikannya semua jadi lebih baik.
No comments:
Post a Comment