Showing posts with label PAJAK. Show all posts
Showing posts with label PAJAK. Show all posts

Tuesday, March 30, 2010

TAK SETUJU BOIKOT PAJAK

Kecewa dengan adanya mafia hukum pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak boleh-boleh saja. Tetapi gerakan untuk mengajak masyarakat tidak membayar pajak tanpa ada solusinya agaknya kurang bijaksana. Maksud baik para pemrotes ini bisa dimanfaatkan orang-orang atau perusahaan-perusahaan yang selama ini memang jadi pengemplang pajak sebagai dalih untuk menghidari kewajibannya.

Penerimaan pajak yang sekarang menempati 70 % dari penerimaan negara akan sangat terganggu bila gerakan ini terus berlanjut. Kalau penerimaan negara mandeg, dari mana lagi negara akan membiayai pelayanan masyasrakat seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, rehabilitasi jalan, perlistrikan dan lain-lain.

Kalau memang untuk sementara ini Ditjen Pajak tidak mendapat kepercayaan lagi, maka untuk menampung pembayaran pajak mungkin dapat ditempuh cara seperti yang pernah diberlakukan terhadap Ditjen Bea Cukai sekitar tahun 70-an, yang melucuti sementara fungsi instansi ini dan mengalihkannya ke sebuah badan lain yang profesional.

Kepada Badan inilah para wajib pajak tetap dapat melakukan kewajibannya menyetorkan pajak. Ketika Ditjen Bea Cukai ketika itu dianggap sudah melakukan pembenahan diri dan dipandang sudah layak operasi lagi, barulah fungsinya dikembalikan lagi.

Untuk mewujudkan ini Presiden dapat mengeluarkan Perpu, karena bila penerimaan negara terhambat, maka negara ini bisa bangkrut sehingga perlu dilakukan langkah darurat dengan Perpu. Barangkali bisa sekaligus diberlakukan hukum acara "pembuktian terbalik". Dengan itu dapatlah dilakukan klarifikasi asal-usul kekayaan dari mereka yang kekayaannya jauh melebihi dari yang wajar sesuai pekerjaannya.

Monday, March 29, 2010

GAYUS TAMBUNAN SEBAIKNYA SERAHKAN DIRI

Gayus Tambunan yang oleh banyak orang akhir-akhir ini diharapkan dapat menjadi kunci pengungkapan mafia pajak dan mafia hukum, sebaiknya menyerahkan diri, daripada terus-menerus menjadi buronan.

Bila menyerahkan diri dan diberi perlindungan serta mau bekerjasama mengungkap sejelas-jelasnya kasus ini, akan sangat menjadi pertimbangan untuk mendapatkan keringanan hukuman bahkan mungkin pengampunan. Keluarga serta kedua keluarga besarnya tak perlul agi ikut susah-susah menyembunyikan diri.

Apalagi bila dalam kasus ini dia hanya dijadikan tumbal oleh para mafia hukum. Kejahatan yang melibatkan banyak orang hanya dia sendiri yang harus menanggung akibatnya. Mestinya ia belajar dari Komjen Susno Duadji. Dahulu ia dicerca sebagai pengkhianat bangsa, sekarang terbalik jadi disanjung-sanjung seperti pahlawan.

Contact Form

Name

Email *

Message *